SIKAP MENENTUKAN PRIORITAS

sikap-menentukan-prioritas-sukses
Coba kita lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang. Berpusat dari tempat jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah riak gelombang yang mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah Anda menghentikan laju riak gelombang itu? Mungkin kita mencoba dengan memasukkan telapak tangan  ke dalam air. Atau. menghadangnya dengan ke dua belah kaki kita. Namun yang terjadi adalah semakin banyak kita melakukan sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan. Satu-satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.
Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran. Semakin keras Anda melakukan sesuatu pada pikiran Anda. semakin sulit Anda mencapai ketenangan itu. Amati saja. Jangan tolak atau menghentikan riak pikiran kita. Biarkan pikiran berangsur-angsur tenang. Ketenangan diri dimulai dari ketenangan pikiran; sedangkan ketenangan pikiran bermula dari ketenangan bernafas. Dalam nafas yang tenang temukan jiwa yang tenang.

Kalau kita mencoba untuk merenung sejenak dan melupakan semua kesibukan sehari-hari maka kita akan menyadari bahwa manusia jaman sekarang ini paling lama umurnya 80 tahun. Itupun sudah termasuk panjang umur. Tetapi kita sering lupa akan hal ini sehingga kita mati-matian mengejar uang, harta, jabatan dan mengabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan menghina orang yang tidak seberuntung kita dan kita menjilat serta mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat.

Kita menilai orang dari mobil, rumah, harta, atau jabatannya dan bukan pada pribadi seseorang. Ini yang membuat kita menjadi orang yang egois, serakah, sombong, materialis dan membutakan hati nurani kita sendiri.  Masing-masing orang bersaing untuk saling melebihi dan pamer kekayaan, pamer rumah, pamer mobil, dan lain-lain. Padahal itu semua hanya membuat orang yang tidak seberuntung kita menjadi panas hati dan iri hati.  Untuk itu kita harus sadar dan ingat bahwa hidup ini tidak semata-mata mengejar uang, harta, jabatan, tapi yang utama hidup ini harus kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Itu semua membuat kita merasa puas, bahagia, rendah hati dan  mempunyai empati terhadap orang yang tidak seberuntung kita.

Demikian juga dengan kesuksesan hidup dan kepuasan hidup, keduanya dapat diperoleh dengan menciptakan sikap positif dalam benak kita. Sebagian dari kita telah berlaku bodoh, kita terus saja bermimpi untuk mendapatkan sesuatu yang lain di kemudian hari. Benar kata peribahasa “rumput tetangga selalu lebih hijau”. Temukan sendiri cara yang dapat mengingatkan dan mengubah Anda.

Buatlah daftar kekayaan dan pengetahuan Anda, jika Anda memiliki istri yang sehat, tulislah. Jika Anda memiliki putra yang sehat, tulislah. Misalkan putra Anda tidak pandai, tulislah pada lembar sebaliknya, dan buatlah suatu tindakan untuk meningkatkan kemampuan belajarnya selama satu periode tertentu, Anda tidak dapat melakukannya dalam sekejap.

Kebahagian bagaikan arus kas positif, kebahagian tidak tergantung pada seberapa besar penghasilan Anda melainkan seberapa besar jumlah tabungan yang Anda miliki. Ada dua cara untuk meningkatkan arus kas dan kebahagian mengurangi keinginan atau meningkatkan penghasilan. Keinginan Anda dapat dikurangi sekarang juga, sementara untuk meningkatkan penghasilan dibutuhkan waktu. Berapa pun penghasilan Anda, mau sejuta atau sepuluh juta prinsipnya tetaplah sama buang sifat “konsumtif” yang berlebihan dan bagi yang memiliki kartu kredit, bijaklah dalam pemakaian jangan sampai penghasilan Anda lebih besar pasak daripada tiang.

Intropeksi Ke dalam bukan Keluar
"Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum. Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?"

"Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan. Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasih baik. sesekali perlu kita sadari bahwa satu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum dan optimis. Namun optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras."
"Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada dibawah."
"Alasannya ialah iman, karena kita yakin akan pertolongan Sang Maha Pencipta."
"Hikmah selanjutnya?"
"Orang yang terkenal satu ketika harus siap untuk dilupakan, orang yang diatas harus siap mental untuk turun kebawah. Orang kaya satu ketika harus siap untuk miskin."

Be Your Self
Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang tak terhingga. Begitulah bila kita mau bercermin pada diri sendiri. Akan kita temukan bayangan yang tak terhingga.Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa: ketakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri.Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin diri orang lain. Di sana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan kita yang akan memupuk ketidakpuasan saja. Dan ini akan menjerumuskan kita ke dalam jurang kekecewaan. kita bukan orang lain. kita adalah  yang memiliki jalan keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah kita. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa kita ke puncak keberhasilan.

Selalu Memupuk Harapan
Sepasang suami istri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru. Lampu jalan tak cukup terang menerangi dagangan mereka. Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan, berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat. Siapa pula yang tertarik membeli? Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan. Kaos anak warna-warni, setangan sebungkus tiga, rok kecil, dan entah apalagi.
"Wahai suami istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bisa menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?" Tanya aku kepada mereka, 
"Kami tak kehilangan harapan." begitu jawabnya. "Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, namun kami tahu harapan takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya."
Berterima kasihlah pada orang-orang kecil yang memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup pada kita. Mereka tiang penyangga yang menahan langit dari keruntuhan. Mereka peredup terik mentari kehidupan yang adakalanya terasa panas membakar.

Bersyukur Setiap Saat
Kita tidak pernah melihat bintang-bintang bergerak, walaupun mereka bergerak dengan kecepatan lebih dari sejuta kilometer per hari. Kita tidak pernah melihat pohon tumbuh, atau memperhatikan diri kita yang semakin tua setiap harinya. Kita bahkan tidak melihat jarum jam bergerak. Kita cenderung berpikir secara statis lalu terkejut oleh perubahan yang senantiasa terjadi di dalam dunia ini, dan seringnya kejutan itu tidak mengenakkan dan terkadang bahkan mematikan.

Coba kita sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup kita. Renungkan tentang apa yang telah kita capai. orang-orang yang memperhatikan kita. Pengalaman yang telah kita dapatkan, keahlian dan minat yang kita miliki, apa yang kita percayai, dan hal-hal terindah dalam hidup kita. Karena hidup dan kesempatan itu hanya datang sekali.

Luangkan Waktu Sejenak

telaga-hati
Ilustrasi By: Kompas.com
Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri Anda. Karena Andalah yang menjalani semua ini. Bukan orang lain. Hanya saja, terlalu banyak orang tak mau memikul tanggung jawab itu. Bagi mereka mempertanggungjawabkannya adalah beban. Padahal, tak seorang pemimpin pun tak merasakan kebebasan setelah berani mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Dan, tanggung jawab tertinggi untuk mencapai kebebasan murni adalah bertanggung jawab atas diri sendiri.

Seorang bijak pernah menulis demikian: "Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu. Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu. Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu. Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu. Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu." Di atas semua itu, amatilah diri kita. Hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya.

Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat; atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila kita kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama; yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan sikap terus terang.

Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu. kita tetap saja menyukainya. Mengapa? Karena ada detak kehidupan alam di sana. Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. kita bisa memilih untuk hidup apa adanya; dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau. hidup berpura-pura dalam dunia ilusi. Bersikap Apa Adanya! Apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. kita perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain.Hanya bila kita melakukannya dengan kebaikan hati. siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan kita.

Seorang bijak berujar: "Bila busur Anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu." Semua tindakan kita bagaikan bumerang yang akan kembali pada Anda. Bila kita melempar dengan baik. ia akan kembali dalam tangkapan kita. Namun, bila Anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai kita. Renungkan bagaimana tindakan kita sekarang ini. Lakukan ssemuanya dengan tulus dan penuh kasih. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang kita lakukan. Lakukanlah Dengan Kebaikan Hati. Apa pun yang kita lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.

Ada sebuah telaga indah. Airnya sejuk, jernih dan tenang. Permukaannya berkilauan, bukan hanya karena memantulkan sinar rembulan, namun batu-batu pualam yang ada di dasarnya juga memancarkan cahaya. Kedamaian selalu meliputinya. Sayangnya, telaga itu tak mudah di jangkau, la terletak di tengah hutan lebat yang dipagari oleh semak berduri. Pepohonan tinggi dan binatang buas menghadang setiap langkah ke sana. Siapa pun yang mampu menemui dan mereguk keindahannya, raja rimba pun tunduk dan patuh padanya.

Telaga itu adalah hati nurani Anda. yang senantiasa menyerukan ketentraman batin. Kesejukan regukan airnya memberi makna pada hidup Anda. Sedangkan rimba lebat penuh onak dan binatang buas adalah wujud dari pikiran, emosi, hawa nafsu dan persepsi indrawi yang selalu menghalangi jalan kita. Tanpa disadari ia pun dapat melukai diri Anda. Namun, bila kita telah menemukan suara hati nurani itu. maka kekuatan dan kedamaian melingkupi kita. Temukan telaga jernih milik  kita. Itulah anugrah paling berharga yang harus Anda pegang teguh dalam hidup ini.

Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan

mengubah-kegagalan
Mendapatkan kegagalan dalam hidup siapa yang menginginkan? Tidak seorangpun didunia ini yang berharap dirinya gagal! Sikap yang pertama muncul adalah marah, dan berlanjut pada depresi yang berkepanjangan. Kebanyakan dari kita akan menyalahkan kegagalan yang terjadi pada orang lain, Yup! Seperti itulah biasanya yang terjadi. Disadari ataupun tidak pada saat Anda mendapatkan kegagalan yang disalahkan adalah orang lain dan parahnya sikap marah Anda berlanjut hingga ke rumah dan seisi rumah menjadi sasaran kekesalan Anda.

Sikap emosi yang muncul biasanya terpicu oleh karena Anda tidak dapat menerima kenyataan, tidak bersikap realitas. Seorang bijak mengatakan “kegagalan adalah sebuah sukses yang tertunda”, tetapi sukses yang tertunda itu tidak akan berubah menjadi kenyataan tanpa ada aksi dari diri Anda untuk mengubah kegagalan itu. Dalam kehidupan ini kegagalan itu pasti akan terjadi dan menimpa seseorang, semua itu adalah agar Anda menjadi lebih kuat. Anggap saja kegagalan yang terjadi itu adalah sebuah “vitamin” agar kelak Anda tahan terhadap serangan si kuman yang datang menyerang.

Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidakmauan kita menerima hidup  ini apa adanya. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma dan melihat realitas secara sederhana. Kita lebih suka bermain-main dengan persepsi. Kita lebih senang berlindung membenarkan pikiran diri sendiri. Luapan emosi meletup hingga tak lagi ada logika dan pikiran jernih terhimpun, mengapa selalu bereaksi pada setiap masalah yang terjadi? Tidakkah lebih baik kita menanggapi pada setiap masalah yang timbul?.

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan tangan. Bila kita mau meraih dengan seluruh yang Anda miliki, tidak ada hal yang tidak tercapai. Railah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai, bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan. Bergeraklah menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan Anda bergerak kepada kita.
Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan kita. Lihatlah dengan jelas dalam pikiran kita, dan kita akan mulai bisa menggapai. Gunakan daya pikir kita untuk mengembangkan rencana realistis dan perencanaan tindakan. Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai. Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan imajinasi kita untuk bekerja dan mengembangkan segala peluang. Bila satu jalur terhalang, bayangkan selusin alternatif dan ikuti yang paling berpeluang.  Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap saat kehidupan dan kita akan mengembangkan dalam diri sendiri, kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa kita raih bila kita secara tulus bersyukur atas hal-hal yang telah kita miliki.

Tingkat kesuksesan kita. tergantung pada satu orang, yaitu kita sendiri. Apa yang  kita mampu kerahkan dalam hidup, adalah apa yang kita akan dapat dari hidup.  kita tidak bisa meminjam, meminta, atau mencuri kesuksesan orang lain. Memang orang lain mampu mengilhami, mengajarkan, mendorong, dan menghibur Anda. Tetapi satu-satunya yang menjalani hidup  dan yang mampu memberikan pilihan terbaik adalah diri kita sendiri.
Kita tidak perlu menjadi orang lain. untuk dapat membuat dunia menjadi berbeda. Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk mengubah dunia, karena setiap orang memiliki hasrat. 

Bila hasrat yang ada dalam diri kita adalah hasrat mencari arti hidup diri kita. maka itulah hasrat sejati untuk mengubah dunia. Lepas dari sekedar hasrat, semua yang terjadi, yang dilihat, dan diperhatikan orang adalah tindakan. Setiap tindakan memang menghasilkan banyak kemungkinan, tetapi tanpa tindakan, yang ada hanya hasrat yang gagal. Apakah kita tertarik untuk mengubah dunia hari ini? Siapkan diri kita dalam kesatuan hasrat dan tindakan, dan dunia pun akan memberikan jalan.

Memaafkan Membawa Kebahagiaan

Anda pernah disakiti oleh seseorang atau di fitnah oleh orang lain? pastinya setiap orang pernah mengalami akan hal seperti itu. Sungguh menyakitkan rasanya! Dan rasa dendam hadir dalam hati serta pikiran kita. Mata dibalas mata kedengarannya memang adil, tetapi akan membuat semua orang menjadi buta!setimpalkah? Dalam beberapa kasus hal itu mungkin setimpal, sehingga kesalahan itu tidak diulang kembali. Seseorang dapat memberikan penilaian setelah berpikir. Namun, ia juga harus dapat melupakan, ingatan yang tajam memang sangat bagus, tapi lupakan juga sangat bagus dan lebih baik lagi.

Anda tentunya pernah mendengar kisah tentang Yusuf yang dianiaya oleh saudaranya sendiri, dibuang dan dijadikan sebagai budak. Apa yang dilakukan olehnya? Tidak ada sedikit pun ia memiliki rasa dendam, tetapi ia memaafkan perbuatan saudara-saudaranya dan tak membalas semua perbuatan mereka. Bahkan bukan itu saja ia juga harus mendekam di penjara bukan karena perbuatan buruknya, sekali hasil olah fitnah! Ia tetap menikmati jalan kehidupan yang harus dijalani, sebuah contoh pengendalian diri dan kehidupan yang luar biasa! Kemenangan dan kebahagiaan akhirnya akan diperoleh dengan selalu bersikap positif.

Lazada Indonesia

Dalam beberapa hal, balas dendam mungkin perlu, tetapi sebaiknya hanya dilakukan pada kasus yang sangat khusus. Kita harus dapat melihat tujuan di balik tindakan. Balas dendam ibarat Anda menggigit seeekor anjing karena anjing itu menggigit Anda. Anda harus melupakannya, untuk memastikan bahwa Anda tidak akan digigit lagi. Alih-alih balas menggigit, lebih baik belajar dari insiden itu.

Mungkin Anda menyukainya:

Memaafkan amat mudah dikatakan tetapi sulit untuk dilakukan, hal seperti itu pernah saya alami. Bukan sekali dua kali saja mengalami hinaan, cercaan, dan fitnah, hingga pernah saya kehilangan kepercayaan dari rekan dan sahabat bukan oleh karena perbuatan saya. Saya sampai di katakan orang yang memiliki watak tidak dapat dipercaya! Sungguh sakit rasanya, saya simpan kejadian itu dalam pikiran dan apa yang terjadi? Saya menjadi tidak bahagia, saya memilih sikap untuk memaafkan demi kebahagian dan kehidupan saya.

Orang lain mungkin tidak mau memaafkan Anda, lalu mengapa Anda harus memaafkan mereka? Pertanyaan yang bagus! Kalau Anda ingin ikut-ikutan terbakar, bagus, teruskan saja! Kalau saya, seperti yang saya katakan, saya hanya ingin bahagia dan karenanya tidak mau terbakar oleh pikiran bodoh saya sendiri.

note 5

Jika Anda tidak bersedia memaafkan teman Anda, kelak akan tiba suatu hari di mana Anda tidak lagi memiliki teman. Jika Anda seorang pebisnis, kelak tidak ada lagi costumer. Orang-orang yang memiliki sifat pendendam hidupnya tidak akan pernah merasa nyaman, kelak penyakit akan menggerogoti hiudpnya. Mereka terus mengingat kesalahan orang lain pada mereka, sebagian bahkan ada yang tidak bersedia memaafkan dan melupakan kesalahan orangtua mereka. Dan sebagian orangtua yang tidak mau memaafkan kesalahan anak mereka. Saya pernah melihat kejadian dimana ada sepasang orangtua yang tidak bersedia memaafkan dan melupakan putra mereka yang menikah tanpa mendengarkan keinginan mereka.

Biarlah nurani yang membantu hidup Anda, dengan bantuan cahayanya, Anda dapat merasa sukses dan bahagia, serta meraih tujuan Anda. Budi yang baik adalah senjata kita, dan ia akan melindungi kita dari penghinaan, baik sengaja maupun tidak. Ia akan membawa kita ke suatu sikap di mana batu yang dilemparkan kearah kita tidak lagi dapat menyakiti kita. Budi baik akan mmenjadi kecerdasan! Jangan lupa bahwa untuk menghadapi mereka yang tidak memiliki hati nurani, Anda harus memiliki kecerdasan dua kali lipat. Sikap murah hati memungkinkan Anda untuk memaafkan dan melupakan. Anda tidak harus menjadi orang kaya dan makmur untuk dapat memaafkan dan melupakan, tetapi Anda harus bersikap murah hati dan memiliki kedewasaan untuk dapat berpikir seperti ini. Keinginan membalas dendam akan membahayakan Anda lebih cepat dan lebih pasti dibandingkan dengan kebiasaan memaafkan dan melupakan. 

Jangan Berhenti Belajar

Belajar adalah hal yang wajib bagi kita, sampai kapan pun kita harus belajar karena dengan belajar kita mendapatkan pengetahuan baru dan setiap saat diri dan pikiran kita selalu diperbaharui. Saat kita berhenti belajar disaat itulah kita menjadi tua dan yakin kita hidup bagaikan seekor katak dalam tempurung yang tak mengetahui apa yang terjadi diluar sana. Hidup akan menjadi sepi tanpa adanya pengetahuan baru, pikiran akan menjadi sempit karena tidak pernah mau belajar setiap saat. Anda dapat belajar dari khidupan ini dimana pun Anda dapat mempelajari sesuatu. Thomas Alfa Edison, ia mengalami kegagalan demi kegagalan yang di alaminya hingga ribuan kali sebelum menemukan “jalan yang benar” hingga akhirnya ia berhasil menemukan lampu pijar. Dari belajar dan mempelajari, Thomas Edison mendapatkan keberhasilan, bukan hal yang mudah memang tapi tidak ada yang sulit jika dikerjakan dengan disiplin dan sungguh-sungguh.

fashion wanita
Dimana Anda dapat memulai belajar? Bukalah buku kesukaan Anda semisal buku tentang motivasi, novel atau majalah. Perbanyaklah membaca karena dengan membaca otak dan pikiran Anda semakin berkembang. Seorang Bill Gates yang menjadi orang terkaya di dunia, ia menjadi kaya karena pikirannya. Mungkin Anda mengingat akan visinya “Suatu hari satu keluarga memiliki satu komputer” apa yang terjadi dengan visi Bil Gates? Boom! Apa yang dia pikirkan benar terjadi, kini orang dalam kehidupannya amat tergantung dengan komputer untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya. Itulah kehebatan pikiran!.

Mungkin Anda menyukai:

Otak atau pikiran adalah ibarat padang yang luas ia membutuhkan asupan gizi yang baik agar tumbuh menjadi padang yang hijau dan subur. Ia perlu dirawat dan terus dijaga kesehatannya. Menurut sebuah penelitian seorang Einstein yang jenius baru memakai sepuluh persen dari fungsi otaknya bagaimana jika terpakai 30 atau 50 persen? Wow! Pasti dasyat sekali apa yang akan dihasilkan dari olah pikir sebanyak itu. Ketajaman berpikir hanya dapat dicapai dengan cara belajar dan mengisi padang (otak) kita dengan pengetahuan, mulailah dari sekarang untuk memberikan waktu luang dengan membaca itu akan membawakan Anda pada kebahagiaan.

Bagaimana cara Anda “memberi makan otak” dan menumbuhkan sikap positif dari hari ke hari, dari bulan ke bulan dan, pada akhirnya, selama yang Anda inginkan? Metode yang mudah dan efektif adalah dimulai dengan:
  • Membaca sebanyak mungkin buku dan majalah yang positif, inspirasional, dan motivasional
  • Mendengarkan musik di mobil, rumah, kantor, sambil beraktivitas, bekerja, atau semata-mata hanya untuk bersantai.
  • Mempelajari kehidupan orang-orang yang memiliki hal-hal positif yang dapat dibagikan pada kita semua, terutama di bidang yang ingin Anda tekuni.

Tentunya kita semua pernah mendengar salah satu pepatah yang mengatakan, “Diri Anda adalah apa yang Anda makan”. Hal ini juga berlaku untuk pikiran, Anda adalah apa yang Anda pikirkan!. Segala sesuatu yang masuk ke dalam otak kita, baik itu hal yang positif maupun hal yang negatif, akan mempengaruhi tindakan Anda. Anda adalah siapa diri Anda, menurut Anda! Orang lain sangat dapat mempengaruhi hidup kita.

Bila Anda dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki sikap arogan, lambat laun Anda akan seperti mereka. Jika disekeliling Anda adalah orang-orang yang sabar, jujur dan berjiwa besar, lambat laun Anda akan seperti mereka. Atau apabila disekeliling Anda adalah orang-orang yang percaya diri, maka Anda pun akan memiliki sifat percaya diri. Dalam hal ini adalah tinggal bagaimana Anda memproteksi diri dan dapat mengambil sari atau hikmah dari segala hal yang diperhadapkan kepada Anda. Dengan banyak membaca Anda akan memiliki pengetahuan akan hal yang tidak Anda ketahui, perbanyak membaca, baik itu buku, majalah atau novel dan juga tentunya kitab suci dari keyakinan yang Anda anut karena dengan bacaan yang positif maka pikiran Anda memiliki sikap dalam memilih mana yang terbaik bagi Anda, itulah sebuah kebijaksanaan.

Lazada Indonesia

Awalnya mungkin sulit, semua yang baik akan sulit dilakukan, ingat! Setiap orang memiliki tingkat persoalan yang berbeda yang membuat tingkat kualitas hidup Anda jadi berbeda adalah cara Anda menanggapinya. Kita harus mendisiplinkan diri untuk menyingkirkan orang, sikap dan sifat negatif dari kehidupan kita. Apabila Anda ingin sukses dan bahagia memiliki sikap yang positif adalah penting, kita tidak akan pernah dapat mengubah nasib kita tanpa ada kemauan dari kita untuk mengubah apa yang ada dalam diri kita. Sikap negatif hanya akan mempersempit langkah sukses kita, hanya bersikap positif kita akan meraih kesuksesan walau pahit jalan yang akan dilalui, penuh onak dan nanah! Untuk sukses Anda harus berani memenggal atau mengamputasi sikap negatif pada diri Anda!.

6 Langkah Menjadikan Diri Bermental Baja

ilustrasi by google.com
Jatuh bangun sebuah usaha adalah hal yang wajar terjadi, penurunan penjualan, tuntutan hukum, hingga lilitan hutan adalah serangkaian peristiwa yang umum terjadi. Namun, hal ini dapat menjadikan mental melemah dan berakibat pada “kematian kreatifitas usaha” serta parahnya dapat membuat depresi hingga frustasi yang berkepanjangan.

Anda mungkin belum menghadapi kesulitan yang signifikan saat menjalankan bisnis Anda, atau mungkin Anda sudah berhasil melewati satu (atau lebih) dan berharap Anda telah menangani hal-hal yang berbeda. Berikut adalah enam langkah yang dapat diambil untuk meringankan beban kesulitan, ketika - Anda menemukan diri Anda menghadapi masa-masa sulit.

Membangun kepercayaan diri Anda
Situasi sulit  niscaya akan mengguncang keyakinan Anda sebagai pengusaha, jadi penting untuk memiliki cadangan yang kuat dalam menghadapi situasi seperti itu. Memiliki kemampuan dan keyakinan yang kuat dalam menangani situasi sulit adalah hal yang harus ada pada diri setiap pengusaha. Sebagai pengusaha, pasti akan menghadapi banyak tantangan setiap tahun, dan kadang-kadang, pekerjaan sehari-hari dapat membuat hal-hal menjadi tampak agak suram.  Menemukan bahwa Anda memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi selama situasi sulit membantu untuk menemukan solusi kreatif untuk masalah-masalah atau tantangan yang ada . Pengusaha kadang-kadang melakukan karya terbaik ketika berada di bawah tekanan.

Membuat jaringan dukungan yang kuat
Bila Anda telah jatuh di masa-masa sulit, sangat mudah untuk membiarkan diri Anda menjadi terbebani dengan pikiran negatif. Salah satu cara untuk menarik diri dari pikiran-set negatif adalah untuk terhubung dengan orang-orang yang mendorong Anda untuk menjadi yang terbaik, dan mengembalikan kepercayaan diri Anda. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang ingin bersama Anda dan yang membantu Anda tetap akuntabel, otentik, jujur, bahagia dan berpikiran terbuka. Carilah orang yang mendorong Anda untuk terus menerus tumbuh dan berkembang.

Cari pengacara besar
Bahkan pemilik bisnis yang paling rajin mungkin menemukan diri mereka pada akhir menerima gugatan, yang dapat mendatangkan malapetaka pada keuangan mereka dan reputasi mereka. Mencoba untuk menemukan seorang pengacara selama ini dapat menambah situasi bertambah stres, jadi yang terbaik untuk dipersiapkan dengan membangun hubungan dengan penasihat hukum yang terpercaya - sebelum Anda benar-benar membutuhkan mereka.

Buat rekening darurat untuk bisnis Anda
Anda mungkin memiliki darurat rekening tabungan untuk dana pribadi Anda, tetapi apakah Anda memilikinya untuk bisnis Anda? kesulitan keuangan yang cukup umum di kalangan usaha kecil, terutama ketika mereka baru memulai, sehingga segera setelah itu layak untuk Anda, mulai menetapkan sebagian dari pendapatan Anda untuk menutup biaya tak terduga. Itu adalah sebuah ide yang baik untuk memiliki modal yang cukup agar dapat bertahan disituasi sulit, atau keadaan darurat tak terduga.

Mengetahui diri dengan baik
Filsuf Yunani kuno melahirkan pepatah yang terkenal, "Kenalilah dirimu," dan itu masih berlaku hingga saat ini, terutama dalam dunia bisnis. Seorang pengusaha perlu tentang dirinya dan memahami kekuatan mereka, kelemahan, motivasi dan perilaku. Introspeksi diri akan sangat membantu sebelum Anda akhirnya hancur dan menemui kegagalan. Memahami diri sendiri dan kemudian mengeksplorasi untuk menemukan 'titik-titik' yang mungkin mempengaruhi realitas Anda dan hasil Anda. Setelah Anda mulai mendapatkan hubungan dengan ini lebih lanjut, Anda dapat menyadari bagaimana Anda secara pribadi harus menangani kesulitan, dan bersiaplah untuk menangani ini dengan cara yang lebih memberdayakan.

Belajar untuk menanggapi bukan bereaksi
Di tengah krisis pribadi atau bisnis, banyak pengusaha membiarkan emosi mereka tumpah dari satu sisi ke sisi lain.  Jangan pernah terikat pada sikap emosional untuk isu-isu tertentu, nikmati apa yang sedang terjadi. Anda perlu berlatih mengisolasi setiap masalah dan berurusan dengan kepala dingin, satu per satu. Ingat membangun itu membutuhkan waktu dan proses yang lama sedangkan menghancurkan itu cukup dengan waktu lima menit....bangs hancur semuanya!.

Bertahan dalam kesulitan
Jika Anda berada di tengah-tengah situasi keuangan atau pribadi yang sulit sekarang ini, itu adalah bagaikan sebuah perjuangan untuk keluar dari tempat tidur di pagi hari, apalagi bisnis Anda tetap berjalan. Ingat masalah tidak ada yang abadi mereka akan segera pergi dan berlalu, singkapi setiap masalah itu dengan sikap yang tenang. Yakinlah setiap masalah yang ada dan timbul dihadapan Anda itu karena Anda dapat menyelesaikannya dan agar Anda menjdai lebih dewasa serta keluar sebagai pemenang.

Mencari hikmahnya. Tetap positif melalui masa-masa sulit. Setiap pemilik bisnis akan menghadapi tantangan yang tak terhitung jumlahnya, dan tantangan-tantangan mungkin sangat baik menjadi perubahan bagi Anda dan bisnis Anda untuk menjadi lebih baik dalam jangka panjang.


Percaya pada diri sendiri di atas segalanya. Anda dapat mengandalkan tim yang hebat, keluarga atau siapa pun yang Anda melihat sebagai jaringan dukungan, tapi pada akhirnya, Anda harus menjadi pihak yang bertanggung jawab dan pengambil keputusan. Keputusan Tangguh tidak pernah mudah dan jarang populer, percaya pada diri sendiri akan membantu menarik Anda dari situasi yang sulit dan yakin Anda dapat mengubah segalanya. Dengan kata lain, penderitaan adalah guru terbesar. Jadi, merasa nyaman dengan kegagalan Anda dan krisis. Kesulitan tidak hanya bisa dihindari, tapi perlu. Jangan pernah takut untuk mengalami hal ini, karena ini adalah dasar kuat untuk membangun sebuah kerajaan bisnis Anda. 

Paruh Kedua Hidup Anda

http://sinarsejahterakarawang.blogspot.co.id/paruh-kedua-hidup-anda
Apa yang akan Aku lakukan pada setengah sisa hidup ku? Dapatkah Aku memberikan kontribusi untuk diriku, keluargaku dan masyarakat? Pernahkah terbersit dalam benak Anda pertanyaan-pertanyaan tentang hidup Anda pada setengah paruh kehidupan, tentunya pertanyaan seperti itu pernah hadir dalam pemikiran Anda. Anda tidak perlu mengkhawatirkan paruh kedua dari  hidup Anda. Anda hanya perlu melakukan apa yang biasa Anda kerjakan. Dan jika Anda cukup beruntung karena mampu bertahan hidup setelah 40 tahun bekerja keras dalam pekerjaaan, Anda sudah cukup senang dengan menghabiskan sisa hidup tanpa melakukan apa-apa. Namun dewasa ini, semua pekerjaan memerlukan pengetahuan, dan kebanyakan knoweledge worker tidak menghabiskan waktu hingga 40 tahun karena sebelum samapai masa itu, mereka sudah merasa bosan.

Kita kebanyakan krisis paruh baya yang dialami eksekutif. Kebanyakan eksekutif yang telah mencapai puncak karier bisnis mereka menyadari akan hal itu. Setelah 20 tahun melakukan pekerjaan yang sama, mereka menjadi sangat terampil. Tetapi mereka tidak belajar, berkrontibusi, atau memeperoleh tantangan dan kepuasan dari pekerjaan. Malah tampaknya mereka masih akan menghadapi pekerjaan tersebut selama 20 atau 25 tahun berikutnya. Itulah sebabnya mengapa pengeloalan diri semakin mengarahkan orang untuk memulai karier kedua. Ada dua cara untuk dapat mengembangkan karier kedua.

 Pertama adalah dengan benar-benar memulai sesuatu yang baru. Seringkali hal ini tidak lebih dari berpindah dari satu jenis organisasi ke organisasi lainnya. Misalnya, pengawas antardivisi perusahaan besar menjadi pengawas rumah sakit berukuran sedang. Tetapi secara bersamaan terlihat juga pertumbuhan orang-orang yang berpindah ke jalur pekerjaan berbada. Misalnya eksekutif bisnis atau petiugas pemerintah yang memasuki kegiatan sosial pada usia 45 tahun, atau manajer menegah yang meninggalkan perusahaan setelah bekerj 20 tahun untuk mengikuti sekolah hukum dan kemudain bekerja menjadi pengacara di kota kecil. Kita akan melihat lebih jauh pada karier kedua yang diambil oleh orang yang kesuksesannya tidak terlalu besar dalam pekerjaan pertama. Orang-orang tertentu memiliki keterampilan tinggi dan meraka tahu cara bekerja. Mereka memerlukan komunitas (rumah sudah sepi karena anak sudah dewasa dan mandiri) serta penghasilan.

Kedua, untuk mempersiapkan setengah bagian kedua kehidupan Anda adalah mengembangkan karier pararel. Banyak orang yang sangat sukses dalam karier pertamanya namun tetap mengerjakan apa yang selama ini dikerjakannya, baik sebagai karyawan tetap, paruh waktu ataupun sebagai konsultan. Tetapi di samping itu mereka membuat pekerjaan pararel, biasanya dalam organisasi nirlaba, yang tidak menyita waktu. Misalnya mengerjakan organisasi keagamaan, mengelola panti penampungan, mengelola perpustakaan, dan lain-lain pekerjaan sosial. Akhirnya muncullah pengusaha sosial. Biasanya mereka ini adalah orang-orang yang sudah meraih sukses dalam karier pertama mereka. Mereka mencintai pekerjaannya, tetapi pekerjaan itu tidak lagi memberikan tantangan.  

Dalam masyarakat di mana kesuksesan menjadi sesuatu yang sangat penting, ketepatan dalam menetukan pilihan sangatlah vital. Secara historis, tidak ada sesuatu pun yang disebut “sukses”. Kebanyakan orang tidak menharapkan apa pun selain tinggal di “tempat yang sesuai”. Mobilitas satu-satunya adalah mobilitas yang menuju ke bawah.  


Namun dalam masyarakat berpengetahuan ini, kita berharap agar setiap orang menjadi sukses. Ini tentunya sangat tidak mungkin. Bagi sebagian besar orang, hal terbaik adalah jika tidak ada kegagalan. Di mana ada kesuksesan di sana pasti ada kegagalan. Maka itu, sangat penting bagi setiap individu dan juga keluarga, untuk memiliki bidang di mana mereka dapat memberikan kontribusi, membuat perbedaan, dan menjadi seseorang. Itu berarti menemukan bidang kedua (baik berupa karier kedua, karier pararel, atau spekulasi sosial) yang memberi peluang untuk menjadi seorang pemimpin, dihormati, dan sukses. 


Mengenali Diri Sebagai Sumber Kekuatan

Kita hidup di era yang tak terduga. jika memiliki ambisi dan cerdik. Anda dapat naik ke puncak profesi pilihan Anda. tanpa memandang dari mana Anda memulai. tetapi bersamaan dengan peluang muncul pula tanggung jawab. perusahaan dewasa ini tidak mengelola karier karyawannya; pekerja berpengetahuan harus secara efektif  menjadi eklusif bagi diri mereka sendiri. Anda berhak mengukir tempat Anda, tahu kapan mangubah nasib, dan menjaga agar Anda tetap produktif selama masa kerja yang mungkin telah berlangsung lama. untuk dapat melakukan hal tersebut, perlu ditanamkan pemahaman mendalam tentang diri Anda sendiri-tidak hanya kekuatan dan kelemahan tetapi juga bagaimana Anda belajar, bekerja dengan orang lain, dan nilai-nilai yang Anda pegang, serta ke mana kontribusi terbesar diberikan. karena hanya jika bekerja dengan keunggulan, Anda dapat mencapai kesempurnaan yang sesungguhnya.

Kebanyakan dari kita, bahkan sebagian dengan karunia yang tidak terlalu besar, diharuskan untuk belajar mengelola diri. Kita harus memosisikan diri ditempat kita dapat memberikan kontribusi terbesar. Kita juga harus tetap waspada dalam berpikir dan bekerja selama 50 tahun masa kerja, yang berarti mengetahui bagaimana dan kapan mengubah pekerjaan yang kita lakukan.

Dari seorang pakar, guru dan bapak manajemen modern  Peter F. Drucker dalam sebuah jurnal “Manage Themselves” pada Havard Business Review, edisi Maret – April 1999. Ia menyampaikan betapa penting seorang untuk mengenal dan mengelola dirinya untuk kesuksesannya kelak, Ia memberikan 7 hal yang harus dilakukan seseorang dalam hal ini, yaitu: 


 Apa Kekuatan Saya?
     
Sebagian orang menganggap dirinya tahu apa yang mereka kuasai dengan baik. Tapi biasnya mereka salah. Orang lebih sering tahu tentang apa yang tidak mereka   kuasai dengan baik – tapi kebanyakan mereka keliru. Seseorang tidak dapat membangun kinerja melalui kelemahannya atau bergantung pada sesuatu yang sama sekali tidak dapat dilakukannya.
      
      Satu-satunya cara untuk menemukan kekuatan Anda adalah melalui analisa umpan balik. Ketika Anda membuat keputusan atau mengambil tindakan penting, tuliskan kejadian yang Anda harap terjadi. Sembilan atau 12 bulan kemudian, bandingkan hasil nyata dengan harapan Anda. Jika diterapkan secara konsisten, dalam waktu dua hingga tiga tahun, metode ini akan menunjukkan letak kekuatan Anda – dan inilah hal terpenting yang perlu diketahui. Metode ini akan menunjukkan apa yang Anda lakukan serta kegagalan apa yang menghalangi Anda dalam memanfaatkan kekuatan Anda sepenuhnya. Metode ini juga menunjukkan titik di mana Anda tidak kompeten. Akhirnya, metode ini menunjukkan titik kelemahan Anda dan tugas-tugas yang tidak dapat Anda jalankan dengan baik.

Analisa umpan balik diikuti dengan implikasi berupa beberapa tindakan. Pertama dan terutama, konsentrasikan pada kekuatan Anda. Tempatkan diri pada titk dimana kekuatan Anda membuahkan hasil. Kedua, tingkatkan kekuatan Anda. Hasil analisis ini dengan cepat akan memperlihatkan titk di mana Anda perlu meningkatkan dan memperoleh ketrampilan baru.metode ini juga akan memperlihatkan kekosongan pengetahuan Anda – biasanya kekosongan itu dapat diisi. Ahli matematika memang dilahirkan, tetapi setiap orang dapat mempelajari trigonometri. Ketiga, analisis umpan balik akan menemukan di mana keangkuhan intelektual yang melumpuhkan ketidaktahuan Anda, dan kemudian mengatasinya.

      Bagaimana Saya Berkinerja?
Secara menakjubkan hanya sedikit orang yang mengetahui bagimana cara mereka menyelesaikan sesuatu. Walaupun begitu, sebagian besar dari kita bahkan tidak mengetahui bahwa orang lain bekerja secara berbeda. Terlalu banyak orang yang bekerja bukan dengan cara mereka sendiri, dan itu menjamin tidak adanya kinerja. Bagi pekerja, pertanyaan “Bagaimana saya berkinerja?” mungkin merupakan pertanyaan yang lebih penting ketimbang “Apa talenta saya?”.

Hal itu berkaitan dengan kepribadian, apakah kepribadian itu alami atau dikembangkan, tentu saja dibentuk jauh sebelum seseorang bekerja. Dan bagaimana seseorang berkinerja adalah bakat atau pemberian (given), demikian juga halnya dengan kelebihan atau kekurangan seseorang. Kinerja seseorang dapat sedikit dimodifikasi, tetapi tidak mungkin menjadi benar-benar berubah – dan tentunya bukan hal mudah.
     
      Apakah Saya Seorang Pembaca atau Pendengar?
Pertama-tama Anda harus athu termasuk tipe pembaca atau pendengar. Sedikit sekali orang yang tahu  bahwa mereka seorang pembaca dan pendengar, dan jarang sekali ada orang yang merupakan keduanya. Bahkan lebih sedikit lagi orang yang tahu bahwa mereka adalah salah satunya. Sedikit sekali pendengar yang diciptakan, atau membuat dirinya menjadi pembaca yang kompeten, begitu pula sebaliknya. Pendengar yang mencoba menjadi pembaca akan mengalami kegagalan, begitu juga dengan pembaca yang menjadi pendengar akan bernasib sama. Keduanya tidak akan pernah berhasil jika tidak menjadi apa adanya, jadilah seoarng pendengar dan jadilah seorang pembaca.

      Bagaimana Saya Belajar?
Hal kedua untuk mengetahui cara kerja seseorang adalah dengan mengetahui cara belajarnya. Banyak penulis kelas atas (salah satunya adalah Winston Churchill ) tidak memiliki prestasi yang baik di sekolah. Mereka cenderung mengenang masa sekolahnya sebagai masa penyiksaan. Mungkin mereka tidak terlalu menikmati sekolah, tetapi hal terburuk yang mereka derita adalah kebosanan. Penjelasannya adalah bahwa lazimnya penulis tidak boleh belajar dengan cara menulis. Karena sekolah tdak mengizinkan mereka untuk belajar dengan cara ini, maka mereka mendapat nilai buruk.

Sekolah di mana pun disusun dengan asumsi bahwa hanya ada satu cara tepat untuk belajar dan cara ini berlaku bagi semua orang. Tetapi tekanan untuk belajar dengan cara yang diajarkan di sekolah adalah ibarat neraka bagi pelajar yang memiliki cara belajar berbeda . sebenarnya mungkin terdapat banyak cara lain untuk belajar.

Dari semua bagian penting tentang pengetahuan mengenai diri sendiri, memahami cara Anda belajar adalah sesuatu hal yang mudah untuk dikuasai. Setelah Anda memahaminya pertanyaan penting yang harus dijawab adalah apakah saya bekerja dengan baik di bawah tekanan, atau apakah saya memerlukan lingkungan yang terstruktur dan dapat diprediksi? Apakah saysa bekerja dengan baik dalam organisasi besar atau dalam organisasi kecil? Sangat sedikit orang yang dapat bekerja dengan baik dalam semua jenis lingkungan. Intinya satu pengulangan kata, jangan mencoba untuk mengubah diri Anda kemungkinan tidak berhasil.
     
            Apa Nilai-Nilai Saya?
Untuk dapat mengelola diri Anda, pada akhirnya Anda harus bertanya. Apa saja nilai saya? Ini buka pertanyaan tentang etika. Sehubungan dengan etika, aturan yang berlaku akan sama bagi setiap orang, dan ujian ini sangat mudah.

Bekerja dalam suatu organisasi yang memiliki sistem nilai yang tidak dapat diterima atau tidak sesuai dengan sistem nilai seseorang akan menyebabkan seseorang frustasi dan tidak dapat bekerja dengan baik. Sebuah bisnis akan berjalan untuk hasil jangka pendek atau jangka panjang itu dikarenakan memiliki sebuah nilai. Setiap pemain bisnis yang sukses memahami hal ini dengan lebih baik. Dapat dipastikan bahwa setiap perusahaan harus membuahkan hasil dalam jangka pendek. Tetapi dalam konflik antara hasil jangka panjang dan pertumbuhan jangka pendek, tiap-tiap perusahaan akan menentukan prioritasnya. Ini bukan ketidaksetujuan terhadap ekonomi. Pada dasarnya ini adalah konflik nilai tentang fungsisuatu bisnis dan tanggung jawab manajemen.

Seperti halnya manusia, organisasi memiliki nilai. Agar dapat bekerja efektif dalam suatu organisasinya. Nilai ini tidak harus sama, tetapi cukup berdekatan untuk dapat hidup bersama. Jika tidak, orang itu tidak hanya akan merasa frustasi tetapi tidak akan memberikan hasil.

Kekuatan seseorang dan cara bekerjanya jarang sekali mengalami konflik, biasanya keduanya saling melengkapi. Tetapi kadang kala ada konflik anatara nilai seseorang dengan kekuatannya. Apa yang dilakukan oleh seseorang dengan baik (bahkan sangat baik dan berhasil) tidak cocok dengan sistem nilainya. Pada kasus ini, pekerjaan tidak lagi menjadi sesuatu yang berharga dan penting dalam kehidupan seseorang.  
      
      Di mana Tempat Saya?
Segelintir orang sudah tidak tahu sejak dini tempat yang tepat bagi mereka. Ahli matematika, musikus, dan jurumasak, biasanya telah menjadi ahli matematika, musikus atau jurumasak sejak mereka berusia 4 atau 5 tahun. Dokter biasanya memutuskan karier mereka pada usia belasan tahun, atau mungkin lebih muda. Tetapi kebanyakan orang yang sangat berbakat, belum benar-benar mengetahui tempat mereka sampai usia pertengahan 20-an. Walaupun sejak saat itu seharusnya mereka sudah tahu jawaban dari ketiga pertanyaan ini apa kekuatan saya, bagaimana saya bekerja dan apa saja nilai-nilai saya. Kemudaian mereka dapat memutuskan di mana tempat mereka.
      
      Apa Yang Harus Saya Kontribusikan?
Sepanjang sejarah, banyak orang tidak pernah bertanya “Apa yang harus saya kontribusikan?” Mereka diperintahkan untuk mengotribusikan sesuatu, dan tugas mereka didikte oleh pekerjaan itu sendiri (seperti petani maupun montir) atau oleh tuan besar (seperti pembantu rumah tangga). Sampai belum lam berselang, masih ada anggapan bahwa kebanyakan orang adalah bawahan yang melakukan perintah. Bahkan tahun 1950-an dan 1960-an, knowledge worker yang baru (selanjutnya disebut sebagai orang organisasi) mengandalkan departemen personalia perusahaannya untuk merencanakan karier mereka.

Knowledge worker harus belajar untuk mengajukan pertanyaan yang belum pernah diajukan sebelumnya apa yang harus saya kontrbusikan? Untuk menjawabnya mereka harus mengacu pada tiga elemen berbeda; Apa yang dituntut oleh situasi ini? Dengan kekuatan saya, cara saya berkinerja, dan nilai-nilai saya, bagaimana saya dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap pekerjaan yang perlu diselesaikan ini? Dan yang ketiga, hasil apa yang harus dicapai untuk menciptakan perbedaan?.
      
      Tanggung Jawab Membina Hubungan
Sebagian besar orang bekerja sama dan efektif dengan orang lain. Hal itu berlaku baik sebagai anggota organisasi ataupun pekerja lepas. Mengelola diri sendiri termasuk menerima tanggung jawab untuk membina hubungan. Menegelola diri sendiri terbagi atas dua bagian.

Pertama, adalah menerima fakta bahwa orang lain adalah sosok individu yang sama dengan Anda. Mereka berusaha keras untuk bersikap manusiawi. Ini berarti bahwa mereka juga memiliki kekuatan;  memiliki cara untuk menyelesaikan pekerjaan; dan memiliki nilai-nilai. Oleh karenanya, agar efektif, Anda harus mengetahui kekuatan, cara kerja, dan nilai-nilai rekan kerja Anda.

Kedua, dalam pengelolan diri sendiri adalah tanggung jawab komunikasi. Komunikasi yang tidak berjalan akan menimbulkan konflik antar pribadi. Kebanyakan hal ini muncul karena orang-orang tidak tahu apa yang oleh orang lain dan bagiamana cara kerjanya, atau konsentrasi kontribusi dari orang lain dan hasil yang diharapkan. Penyebab dari ketidaktahuan itu adalah karena mereka tidak bertanya dan karenanya, mereka tidak diberitahu.

Kegagalan bertanya ini mencerminkan bahwa kebodohan manusia tercermin dalam sejarah manusia. Sampai belum lama berselang, orang tidak perlu menceritakan hal seperti ini pada siapa pun. Di tengah kota, setiap orang dalam dalam satu distrik melakukan perdagangan yang sama. Di tepi kota, setiap orang di lembah menanam sayur cabai yang sama 4 atau 5 bulan menjelang hari raya tiba. Bahkan ada segelintir orang yang bekerja sendirian dalam melakukan sesuatu yang tidak “biasa”, sehingga mereka tidak harus bercerita pada orang lain tentang pa yang mereka kerjakan.

Organisasi tidak lagi dibangun berdasarkan pemaksaan, tetapi berdasarkan kepercayaan. Adanya kepercayaan diantara orang-orang yang berada di dalamnya tidak perlu berarti bahwa mereka saling menyukai. Kepercayaan berarti Anda saling memahami satu sama lain. Oleh karenanya, bertanggung jawab dalam membina hubungan adalah sesuatu yang penting, bahkan merupakan keharusan. (Sumber: Manage Themselves, Peter F. Drucker) 



Our Sponsor:

You feel bothered, confused, with many methods of analysis in assessing the stock market? Dont worry be happy, a software for the analysis of the stock market is ready to help you and make your time is still long. Try at home and see the results!!!
CLIK HERE

Building and running a business is often a difficult process, stress, and uncertain. You are required to do all things and knows all things. Certainly very excruciating! an innovation in technology will help, preserve, protect and keep your business under control. Make your stay a wonderful day and ensure comfortable warm cup of coffee in your hand.

CLIK HERE

A latest breakthrough from Bank Negara Indonesia (BNI) with its newest product iB Hasanah Card is a financing card that serves as a credit card based on Islamic principles. iB Hasanah Card is able to answer the needs of the ummah in Indonesia awaiting a payment instrument in accordance with shariah. How about you, are interested ...... ???

CLIK HERE










Auto Backlink : OoneSeem